Begitu banyak cerita perjuanganmu untuk keluarga ini setelah kau tiada,
Terima kasih yang teramat banyak pak..
Belasan tahun yang lalu tepatnya pak..
selalu memelukmu hingga lelap, tak pernah malu menciummu, selau meminta gendong..
ingatkah engkau bagaimana engkau menceritakan silsilah keluarga mu?
aku terlalu banyak bicara waktu itu.. engkau dengan sabar menjawab satu persatu sambil menggendongku menuju tukang bubur kacang ijo di depan gang sana..
Ingat hari minggu itu pak?
kita pergi keluar berdua untuk makan bubur kacang ijo ditempat yang sama..entah usai kebengkel atau kemana aku lupa..
Ingat ketika aku sakit pak?
engkau dan mama yang sabar merawat ku.. tidak tidur untuk mendoakan ku sembuh.. kemudian mengusap usap kepala aku.. iyaa pak..kau selalu mengusap usap kepala ini.
Ingat pak ketika aku mulai mengenal uang?
aku jajannya banyak bukan?
iyaaa..bapak yang selalu menuruti apa mau ku meski mama bilang jangan.
Ingat Scooter yang pernah engkau beli kan pak?
Aku senang sekali punya mainan itu ketika teman-teman belum punya.
Ingat ketika aku mulai belajar berpuasa?
ketika detik-detik menjelang adzan Maghrib aku tak tahan lagi..engkau meng suapkan aku nasi dengan sayur soup ketika itu, kemudian kau belikan aku roti 'ganto'.
Bapak.. semakin tahun aku beranjak besar meski tubuhku tak menunjukkan hehe
aku semakin malu bermanja-manja pada mu.. aku malu mendekati mu..
semakin besar semakin banyak kebutuhanku.. kebutuhan pribadi yang sebenarnya tak perlu kau penuhi, akan tetapi selalu kau wujudkan..
Terlalu banyak pintaku..tanpa tau dibelakang itu kau berusaha keras menuruti nya
maafkan aku pak :)
Tahun terus berganti, kita tetap berlima dirumah ini..
Terkadang secara tidak kita sadari, banyak momment yang indah yang tak akan tergantikan seperti makan berlima.. meski duduknya mencar-mencar yah pak..
Ingatkah pak ketika aku bercerita kalau di sekolah boleh bawa kendaraan?
Ingat jugakah pak ketika aku mendapat Rangking 1 selama 2 semester di kelas 2 SMK ?
Saat itu juga kau belikan aku motor ini sebagai hadiah nya..
Ku rawat motor ini pak,tak akan seperti dulu saat kau ada..aku terlalu cuek dengan apa yang aku punya.
Ingatkah pak sampai saatnya aku mengenali seorang pria kepadamu?
apa yang kau rasa pak ketika anak bungsu mu ini punya kekasih?
terlihat kau begitu dingin dengan teman lelakiku..
Tak terasa aku sudah menginjak bangku kuliah.. engkau selalu ada
lagi-lagi aku selalu diberi lebih.. apa yang aku mau masih tetap dituruti..
Pak, ingat tahun itu? tahun dimana engkau mendapat cobaan itu? (2012)
iyaa pak.. bapak sakit Strooke Ringan, beberapa hari dirumah sakit itu lalu diperbolehkan pulang dengan saran dokter harus rajin terapi.
Ingatkah pak.. ketika jadwal terapi mu aku selalu tepat waktu pulang kuliah
hanya demi untuk mengantar mu kerumah sakit..
dengan motor itu..motor pemberianmu, dengan tongkat yang kau gunakan.. aku menahan lelah dan tangisku melihat engkau berjalan.
Ingatkah sewaktu pulang terapi kita sejenak ketempat pangkas rambut?
iya pak..pangkas rambutmu yang mulai gondrong hehe
itu semua kita laluin berdua..
Hampir setiap pulang terapi kita mampir ke minimarket untuk sekedar beli cemilan mu dirumah.
aku rinduuuuu pak.
Sudah berapa bulan kita lalui itu..sampai akhirnya engkau memutuskan untuk bekerja kembali..
Seminggu aku yang menjemputmu di depan jalan agar kau tak kelelahan pak.. sampai akhirnya kau mulai membawa kendaraan sendiri.
Pak.. tak banyak yang ku beri untuk membalas semua yang kau beri..
tepat 3 tahun aku menyelesaikan D3 ku.. semoga itu kado terindah dariku untuk mu..
Pak, ingatkah ketika aku memutuskan bekerja di karawang.. terlalu setia kau padaku..
kau izin bekerja untuk mengantarku kesana hingga mendapat kost-an..
terima kasih pak, mah..
Pak, terlalu banyak yang kau beri..dan akupun belum sempat membalas apa-apa.
Terima kasih atas 22 tahun ini medampingiku hingga ku sebesar ini.. meski tubuhku tak menunjukkan nya hehe.
Pak.. tak menghitung sudah beberapa minggu engkau tak disini, akan tetapi terasa dihati ini masih yakin engkau selalu disini.. Dihati ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar